Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Lombok Tahun 1447 H/2026 M

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sahabat haji dan Semeton AsjiLOP, Alhamdulillah, rangkaian operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M memasuki fase pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci menuju Debarkasi Lombok.

Kami menghimbau kepada keluarga jemaah dan masyarakat untuk memperhatikan jadwal pemulangan sesuai kloter masing-masing serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal media sosial dan layanan informasi Debarkasi Lombok. Jadwal yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu. Jemaah haji dapat dijemput di Asrama Haji Kelas I Lombok

#Haji1447H#DebarkasiLombok#PemulanganJemaahHaji#KementerianHajidanUmrah#PelayananHaji#HajiMabrur

Pengumuman Penjemputan Jemaah Haji Debarkasi Lombok Tahun 1447 H/2026 M

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dalam rangka menyambut kepulangan para jemaah haji Debarkasi Lombok yang akan dimulai tanggal 01 Juni 2026, kami mengimbau kepada seluruh keluarga serta penjemput untuk memperhatikan ketentuan yang telah ditetapkan selama proses pemulangan jemaah berlangsung.

Kepulangan jemaah haji merupakan momen penuh syukur dan kebahagiaan bagi keluarga. Dengan kerja sama dan kepatuhan seluruh pihak, proses penyambutan dapat berlangsung dengan lancar, aman, nyaman, dan penuh khidmat.

Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

Selamat menyambut para tamu Allah yang kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur.

#Haji1447H#DebarkasiLombok#AsramaHajiLombok#JemaahHajiIndonesia#KementerianHajidanUmrahRI

Kunjungan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf meninjau pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji di Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (8/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan sapaan akrabnya melihat pelayanan one stop service yang diberikan kepada jemaah haji di NTB saat baru tiba di Asrama Haji Kelas I Lombok. Ia juga melihat persiapan makanan yang akan diberikan kepada jemaah haji yang ada di Asrama, sebelum diberangkatkan menuju tanah suci. Gus Irfan mencoba satu persatu makanan yang ada di meja prasmanan dan memberikan penilaian. “Agak pedas ya ini,” kata Gus Irfan sembari tersenyum kepada petugas haji yang ada di sampingnya. Mendengar komentar menteri tersebut, Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri yang mendampingi memberikan penjelasan bahwa makanan yang disajikan disesuaikan dengan rasa lidah orang NTB. Ia menyampaikan kepada petugas penyedia makanan untuk memastikan kelayakan makanan yang diberikan kepada jemaah haji tetap higienis, sehingga tidak ada insiden yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah haji. Gus Irfan menilai secara umum pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji di NTB berjalan dengan lancar, walaupun ada beberapa kendala terutama masalah kesehatan namun semua itu bisa diselesaikan. “Saya sampaikan terimakasih kepada teman-teman kesehatan yang sudah bekerja dengan baik yang sangat-sangat ketat kelayaan jemaah,” kata Gus Irfan. Ia mendukung keputusan tim kesehatan jika ada jemaah yang tidak layak terbang harus ditunda terlebih dahulu, sembari mendapat perawatan medis untuk memulihkan kondisinya. Jika dalam proses tersebut sudah dinyatakan sehat, maka akan diterbangkan.

Asrama Haji Embarkasi Lombok Layani 15 Kloter

Mataram – Asrama Haji Kelas I Lombok mencatat peningkatan jumlah jemaah haji pada penyelenggaraan musim haji tahun 2026.

Tahun sebelumnya jumlah jemaah 4.545 jemaah, tahun ini meningkat menjadi 5.864 jemaah.

Peningkatan jumlah jemaah terjadi setelah adanya kebijakan baru dari Kementerian Haji dan Umrah yang mengacu pada nomor antre jemaah.

Yang sebelumnya 4.545 jemaah, kemudian dengan kebijakan baru dari Kementerian Haji dan Umrah berdasarkan nomor antre jemaah, meningkat menjadi 5.864.

Peningkatan jumlah jemaah juga berdampak pada jumlah kelompok terbang (kloter), jika sebelumnya hanya terdapat 12 kloter, tahun ini bertambah menjadi 15 kloter.

Secara umum Embarkasi Lombok telah menyiapkan berbagai kebutuhan operasional sebagaimana tahun-tahun sebelumnya sebagai pre-embarkasi keberangkatan jemaah haji.

Konferensi Pers Kesiapan Embarkasi Lombok 1447 H/2026 M

Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Lombok tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah mencapai tahap final. Sebanyak 5.798 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dijadwalkan diberangkatkan ke Tanah Suci dalam 15 kelompok terbang (kloter), dengan skema pelayanan yang diklaim semakin terintegrasi, modern, dan ramah bagi seluruh jemaah.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhamad Amin, menegaskan bahwa seluruh aspek teknis dan administratif telah dituntaskan. Mulai dari pembagian kloter, finalisasi manifest, kelengkapan dokumen perjalanan hingga validasi data jemaah dengan kategori khusus seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, hingga jemaah berisiko tinggi.

“Seluruh indikator kesiapan telah terpenuhi. Manifest kloter sudah final, paspor lengkap, visa telah terbit, dan data jemaah telah tervalidasi secara menyeluruh,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Kloter pertama dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji Embarkasi Lombok pada 21 April 2026 pukul 06.00 Wita, sebelum diterbangkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Lombok pada 22 April 2026 dini hari pukul 02.50 Wita.

Salah satu terobosan yang menjadi sorotan tahun ini adalah penerapan sistem One Stop Service di Asrama Haji. Melalui sistem ini, seluruh proses administrasi dan pelayanan jemaah dilakukan dalam satu alur terpadu, sehingga memangkas waktu tunggu dan meminimalkan potensi kendala teknis.

Tidak hanya itu, perhatian terhadap kelompok rentan juga diperkuat. Asrama Haji NTB kini dilengkapi fasilitas ramah lansia dan disabilitas, mulai dari kamar di lantai dasar, jalur akses khusus di 19 titik, hingga penyediaan kursi roda dan kendaraan mobilitas internal.

Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Lalu Madhan, menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan total 171 kamar, termasuk kamar cadangan dan ruang khusus panitia. Dukungan 80 petugas internal juga disiagakan untuk memastikan mobilisasi jemaah berjalan lancar sejak kedatangan hingga penempatan kamar.

Dari sisi transportasi udara, maskapai nasional Garuda Indonesia memastikan kesiapan hampir sempurna untuk melayani penerbangan haji dari Lombok. Armada yang digunakan adalah Boeing 777-300ER, pesawat berbadan lebar dengan kapasitas hingga 393 kursi, yang menjadi tulang punggung operasional penerbangan haji tahun ini.

Perwakilan manajemen Garuda Indonesia Branch Lombok, Khairul Fajar Harahap, menegaskan bahwa seluruh komponen pendukung telah dipersiapkan secara matang, mulai dari awak pesawat, layanan darat (ground handling), katering, hingga aspek teknis perawatan pesawat.

Di sisi pengamanan, Polda NTB menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh seluruh rangkaian keberangkatan hingga kepulangan jemaah. Pengawalan dilakukan sejak jemaah berangkat dari daerah asal menuju Asrama Haji hingga ke bandara.

Sementara itu, Balai Karantina Kesehatan Kelas I Mataram menyiagakan layanan kesehatan selama 24 jam. Setiap jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir sebelum diberangkatkan, termasuk observasi bagi yang mengalami gangguan ringan serta rujukan ke rumah sakit jika diperlukan.

Selain kesehatan individu, pengawasan juga mencakup sanitasi lingkungan, kualitas konsumsi, serta disinfeksi area asrama untuk memastikan standar kesehatan tetap terjaga.

Dengan kesiapan lintas sektor yang semakin solid, pemerintah optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sinergi antarinstansi menjadi kunci untuk menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan humanis.

Momentum ini sekaligus menjadi cerminan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari aspek kenyamanan dan keselamatan jemaah. (Sumber: seputarntb)

Jadwal Pemberangkatan Jemaah Haji Tahun 1447 H / 2026 M

Sahabat religi dan Semeton Asjilop.

Berikut jadwal pemberangkatan jemaah calon haji Embarkasi Lombok 1447H/2026M yang dapat menjadi panduan bagi seluruh pihak terkait. Mari kita doakan bersama semoga operasional haji tahun ini sukses dan lancar.

Pastikan Anda terus mengikuti pembaruan kanal media sosial resmi kami untuk mendapatkan update terbaru seputar proses keberangkatan dan layanan haji.

DIKLAT PPIH KLOTER EMBARKASI LOMBOK TAHUN 1447 H/2026 M

Lombok — Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) Embarkasi Lombok Tahun 1447 Hijriah resmi dibuka di Aula Namira Asrama Haji Lombok. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah, Dr. Harun Al Rasyid.
Dalam arahannya, Dr. Harun Arasyid menyampaikan pesan sesuai arahan Menteri Kementerian Haji dan Umrah agar seluruh petugas memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji. Ia menekankan pentingnya profesionalisme, koordinasi, serta kepedulian petugas dalam mendampingi jemaah selama proses penyelenggaraan ibadah haji.
Secara khusus, beliau mengingatkan petugas PPIH Embarkasi Lombok untuk meminimalisir kejadian jemaah tersesat, terutama jemaah asal Embarkasi Lombok. Menurutnya, pemahaman alur layanan dan pendampingan yang optimal menjadi kunci utama dalam mencegah permasalahan di lapangan.
Melalui Diklat PPIH ini, diharapkan seluruh petugas memiliki kesiapan dan kompetensi yang memadai sehingga mampu memberikan pelayanan yang aman, tertib, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.

MENTERI HAJI DAN UMRAH RI TEKANKAN INTEGRITAS DAN PELAYANAN PRIMA DALAM PENYELENGGARAAN HAJI 1447H

Mataram II Oktober 2025 – Dalam kegiatan Konsolidasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447H/2026M yang digelar di Aula Hotel Namira, UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. H. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si. (Gus Irfan), menegaskan pentingnya pelayanan haji yang berintegritas dan profesional sesuai dengan visi misi Presiden Republik Indonesia.
Gus Irfan menyampaikan komitmennya untuk menerapkan “zero tolerance” terhadap korupsi serta segala bentuk penyimpangan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Ia menekankan bahwa pelayanan kepada jemaah harus berlandaskan kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kebutuhan para tamu Allah.
Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga menyoroti hasil evaluasi penyelenggaraan haji tahun 1446H/2025M, khususnya terkait aspek istitoah (kemampuan fisik dan kesehatan calon jemaah). Ia menegaskan perlunya verifikasi yang lebih ketat agar calon jemaah benar-benar siap secara fisik dan mental.’
“Gus Irfan mengungkapkan, masih terdapat jemaah haji asal Indonesia yang sesampainya di Arab Saudi langsung jatuh sakit bahkan ada yang meninggal dunia. Kondisi tersebut, tegasnya, menjadi perhatian serius dan harus diminimalkan pada penyelenggaraan haji tahun
Selain itu, Gus Irfan juga menyoroti sistem syirkah (kerja sama pengelolaan) yang digunakan dalam pemberangkatan jemaah. Ia bersyukur karena pada musim haji mendatang akan diterapkan dua syirkah, sehingga meminimalisir kasus jemaah yang terpisah dari pendampingnya dalam satu kloter akibat perbedaan pengelola.
Usai memberikan arahan, Gus Irfan menyempatkan diri meninjau berbagai fasilitas di Asrama Haji Embarkasi Lombok. Ia mengapresiasi pengelolaan yang sudah berjalan baik, namun tetap mengingatkan agar pemeliharaan dan pelayanan di luar musim haji terus ditingkatkan.
Menurutnya, optimalisasi fasilitas dan layanan non-haji dapat menarik lebih banyak tamu dan mendukung berbagai program sosial. Salah satunya, ia mendorong agar dapur umum Asrama Haji dapat dimanfaatkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.
“Fasilitas asrama haji jangan hanya aktif saat musim haji. Manfaatkan potensi yang ada untuk melayani masyarakat lebih luas,” pesan Gus Irfan menutup kunjungannya.