Menteri Haji dan Umrah Lantik 174 Pejabat, Tekankan Integritas dan Kesiapan Penyelenggaraan Haji 2027

Jakarta — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf melantik sebanyak 174 pejabat di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Rabu (23/9/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan organisasi sekaligus penataan sumber daya manusia berdasarkan prinsip merit system dan manajemen talenta.

Sebanyak 174 pejabat yang dilantik terdiri atas satu pejabat pimpinan tinggi madya, lima pejabat pimpinan tinggi pratama, 41 pejabat eselon III, serta 127 pejabat struktural pada unit kerja pusat dan daerah.

Pelantikan yang dilaksanakan di masjid tersebut berlangsung dalam suasana penuh khidmat. Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan bahwa jabatan yang diemban setiap pejabat bukan semata-mata kedudukan dalam struktur organisasi, tetapi merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, negara, organisasi, dan jemaah.

“Jabatan bukan sekadar posisi. Ini adalah amanah yang harus diwujudkan melalui keputusan yang tepat, pelayanan yang berkualitas, dan manfaat bagi organisasi serta jemaah,” ujar Menteri Haji dan Umrah.

Ia menegaskan, pengisian jabatan di lingkungan Kemenhaj dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, rekam jejak, serta kebutuhan organisasi. Proses tersebut, menurutnya, tidak boleh dipengaruhi oleh faktor senioritas, kedekatan personal, maupun pertimbangan subjektif.

Karena itu, para pejabat yang memperoleh amanah diminta membuktikan kepercayaan tersebut melalui integritas, tanggung jawab, dan kinerja yang dapat dirasakan manfaatnya oleh organisasi maupun jemaah.

“Amanah yang diberikan melalui proses tersebut harus dijawab dengan integritas, tanggung jawab, dan komitmen untuk menjaga marwah institusi,” tegasnya.

Dorong ASN Adaptif dan Terbuka terhadap Perubahan

Menteri Haji dan Umrah juga mengingatkan jajaran yang baru dilantik agar tidak terjebak dalam zona nyaman. Menurutnya, mutasi maupun promosi merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus kesempatan bagi ASN untuk memperluas pengalaman, wawasan, dan kemampuan melalui tour of area maupun tour of duty.

“Jangan membangun zona nyaman. ASN harus adaptif, terbuka terhadap perubahan, dan siap menghadapi tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pejabat mampu menerjemahkan proses seleksi berbasis merit ke dalam kinerja nyata. Kemampuan beradaptasi, peningkatan kualitas pelayanan, serta kesungguhan dalam menjalankan tugas menjadi bagian penting dalam membangun organisasi Kemenhaj yang profesional.

Selain itu, jajaran Kemenhaj diingatkan untuk senantiasa menjaga integritas dan menghindari penyalahgunaan kewenangan maupun conflict of interest. Kepentingan pribadi tidak boleh memengaruhi pelaksanaan tugas dan kewenangan sebagai pejabat negara.

Kemenhaj juga menyediakan kanal pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun pengaduan terkait dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan haji dan umrah.

“Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus diproses sesuai ketentuan,” tegas Menteri Haji dan Umrah.

Persiapan Haji 2027 Diminta Segera Diperkuat

Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah turut meminta seluruh jajaran di tingkat pusat maupun daerah untuk segera mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027.

Menurutnya, dinamika kebijakan di Arab Saudi serta perubahan dan tantangan biaya penyelenggaraan haji perlu diantisipasi sejak dini. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan organisasi, koordinasi yang kuat, serta kerja terpadu antara jajaran pusat dan daerah.

“Tidak ada ruang untuk bekerja berleha-leha karena tantangan penyelenggaraan haji 2027 justru akan semakin berat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarsatuan kerja agar setiap tahapan persiapan dan pelayanan jemaah haji dapat dilaksanakan secara lebih terencana, efektif, dan optimal.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi seluruh jajaran penyelenggara layanan haji, termasuk Asrama Haji Kelas I Lombok yang memiliki peran dalam mendukung pelayanan jemaah pada setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji.

Jabatan sebagai Amanah Pelayanan

Menutup arahannya, Menteri Haji dan Umrah mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang tidak selamanya berada di tangan seseorang. Oleh karena itu, setiap kesempatan untuk mengabdi harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memberikan manfaat bagi organisasi dan jemaah.

“Syukuri apa yang ada di tangan kita. Bekerja dengan ikhlas dan jadikan Kementerian Haji dan Umrah sebagai rumah untuk ibadah,” pungkasnya.

Enam pejabat pimpinan tinggi yang dilantik berdasarkan Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 86 Tahun 2026, yaitu:

  1. Moh. Hasan Afandi, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga;
  2. Cecep Khairul Anwar, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia;
  3. Enny Indarti, Sekretaris Ditjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah;
  4. Rizka Anungnata, Direktur Bina Petugas Haji Reguler;
  5. Chandra Sulistio Reksoprodjo, Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah; dan
  6. Suviyanto, Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi DKI Jakarta.

Pelantikan tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas organisasi Kementerian Haji dan Umrah dalam menghadapi dinamika penyelenggaraan haji, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan.

1 Tahun, 1 Visi, 1 Narasi

Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan, menegaskan bahwa kehumasan merupakan frontliner, garda terdepan sekaligus etalase Kementerian Haji dan Umrah dalam menyampaikan informasi kepada publik. Humas menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, jemaah, dan masyarakat luas.

Dalam arahannya pada kegiatan Konsolidasi Kehumasan, Gus Irfan menekankan pentingnya memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kapasitas insan kehumasan dalam menghadapi dinamika komunikasi publik yang terus berkembang.

Penguatan kehumasan diarahkan pada empat fokus utama, yaitu membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang transparan dan akuntabel; memperkuat komunikasi digital dan multichannel; meningkatkan responsivitas dalam menghadapi krisis komunikasi dan disinformasi; serta membangun sinergi dan single voice antara pusat dan seluruh unit kerja.

Sementara itu, dalam laporan Ketua Panitia, Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Teguh Dewi Haryanto, menekankan pentingnya komunikasi yang solid antara pemerintah pusat dan seluruh instansi terkait, khususnya dalam penanganan serta pengelolaan isu dan informasi yang berkembang di masyarakat.

Penguatan kapasitas kehumasan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan pada 23 September 2026, tetapi harus menjadi bagian dari proses yang berkelanjutan untuk memastikan komunikasi publik berjalan secara efektif, terkoordinasi, dan responsif.

Konsolidasi kehumasan bukan sekadar agenda, melainkan langkah strategis dan berkelanjutan untuk menghadirkan komunikasi publik yang cepat, akurat, transparan, dan terpercaya.

#KementerianHajiDanUmrah #Kehumasan #KomunikasiPublik #HajiDanUmrah #SinergiKehumasan

Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Lombok Tahun 1447 H/2026 M

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sahabat haji dan Semeton AsjiLOP, Alhamdulillah, rangkaian operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M memasuki fase pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci menuju Debarkasi Lombok.

Kami menghimbau kepada keluarga jemaah dan masyarakat untuk memperhatikan jadwal pemulangan sesuai kloter masing-masing serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal media sosial dan layanan informasi Debarkasi Lombok. Jadwal yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu. Jemaah haji dapat dijemput di Asrama Haji Kelas I Lombok

#Haji1447H#DebarkasiLombok#PemulanganJemaahHaji#KementerianHajidanUmrah#PelayananHaji#HajiMabrur

Pengumuman Penjemputan Jemaah Haji Debarkasi Lombok Tahun 1447 H/2026 M

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dalam rangka menyambut kepulangan para jemaah haji Debarkasi Lombok yang akan dimulai tanggal 01 Juni 2026, kami mengimbau kepada seluruh keluarga serta penjemput untuk memperhatikan ketentuan yang telah ditetapkan selama proses pemulangan jemaah berlangsung.

Kepulangan jemaah haji merupakan momen penuh syukur dan kebahagiaan bagi keluarga. Dengan kerja sama dan kepatuhan seluruh pihak, proses penyambutan dapat berlangsung dengan lancar, aman, nyaman, dan penuh khidmat.

Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

Selamat menyambut para tamu Allah yang kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur.

#Haji1447H#DebarkasiLombok#AsramaHajiLombok#JemaahHajiIndonesia#KementerianHajidanUmrahRI

Kunjungan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf meninjau pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji di Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (8/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan sapaan akrabnya melihat pelayanan one stop service yang diberikan kepada jemaah haji di NTB saat baru tiba di Asrama Haji Kelas I Lombok. Ia juga melihat persiapan makanan yang akan diberikan kepada jemaah haji yang ada di Asrama, sebelum diberangkatkan menuju tanah suci. Gus Irfan mencoba satu persatu makanan yang ada di meja prasmanan dan memberikan penilaian. “Agak pedas ya ini,” kata Gus Irfan sembari tersenyum kepada petugas haji yang ada di sampingnya. Mendengar komentar menteri tersebut, Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri yang mendampingi memberikan penjelasan bahwa makanan yang disajikan disesuaikan dengan rasa lidah orang NTB. Ia menyampaikan kepada petugas penyedia makanan untuk memastikan kelayakan makanan yang diberikan kepada jemaah haji tetap higienis, sehingga tidak ada insiden yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah haji. Gus Irfan menilai secara umum pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji di NTB berjalan dengan lancar, walaupun ada beberapa kendala terutama masalah kesehatan namun semua itu bisa diselesaikan. “Saya sampaikan terimakasih kepada teman-teman kesehatan yang sudah bekerja dengan baik yang sangat-sangat ketat kelayaan jemaah,” kata Gus Irfan. Ia mendukung keputusan tim kesehatan jika ada jemaah yang tidak layak terbang harus ditunda terlebih dahulu, sembari mendapat perawatan medis untuk memulihkan kondisinya. Jika dalam proses tersebut sudah dinyatakan sehat, maka akan diterbangkan.

Asrama Haji Embarkasi Lombok Layani 15 Kloter

Mataram – Asrama Haji Kelas I Lombok mencatat peningkatan jumlah jemaah haji pada penyelenggaraan musim haji tahun 2026.

Tahun sebelumnya jumlah jemaah 4.545 jemaah, tahun ini meningkat menjadi 5.864 jemaah.

Peningkatan jumlah jemaah terjadi setelah adanya kebijakan baru dari Kementerian Haji dan Umrah yang mengacu pada nomor antre jemaah.

Yang sebelumnya 4.545 jemaah, kemudian dengan kebijakan baru dari Kementerian Haji dan Umrah berdasarkan nomor antre jemaah, meningkat menjadi 5.864.

Peningkatan jumlah jemaah juga berdampak pada jumlah kelompok terbang (kloter), jika sebelumnya hanya terdapat 12 kloter, tahun ini bertambah menjadi 15 kloter.

Secara umum Embarkasi Lombok telah menyiapkan berbagai kebutuhan operasional sebagaimana tahun-tahun sebelumnya sebagai pre-embarkasi keberangkatan jemaah haji.

Konferensi Pers Kesiapan Embarkasi Lombok 1447 H/2026 M

Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Lombok tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah mencapai tahap final. Sebanyak 5.798 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dijadwalkan diberangkatkan ke Tanah Suci dalam 15 kelompok terbang (kloter), dengan skema pelayanan yang diklaim semakin terintegrasi, modern, dan ramah bagi seluruh jemaah.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhamad Amin, menegaskan bahwa seluruh aspek teknis dan administratif telah dituntaskan. Mulai dari pembagian kloter, finalisasi manifest, kelengkapan dokumen perjalanan hingga validasi data jemaah dengan kategori khusus seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, hingga jemaah berisiko tinggi.

“Seluruh indikator kesiapan telah terpenuhi. Manifest kloter sudah final, paspor lengkap, visa telah terbit, dan data jemaah telah tervalidasi secara menyeluruh,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Kloter pertama dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji Embarkasi Lombok pada 21 April 2026 pukul 06.00 Wita, sebelum diterbangkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Lombok pada 22 April 2026 dini hari pukul 02.50 Wita.

Salah satu terobosan yang menjadi sorotan tahun ini adalah penerapan sistem One Stop Service di Asrama Haji. Melalui sistem ini, seluruh proses administrasi dan pelayanan jemaah dilakukan dalam satu alur terpadu, sehingga memangkas waktu tunggu dan meminimalkan potensi kendala teknis.

Tidak hanya itu, perhatian terhadap kelompok rentan juga diperkuat. Asrama Haji NTB kini dilengkapi fasilitas ramah lansia dan disabilitas, mulai dari kamar di lantai dasar, jalur akses khusus di 19 titik, hingga penyediaan kursi roda dan kendaraan mobilitas internal.

Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Lalu Madhan, menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan total 171 kamar, termasuk kamar cadangan dan ruang khusus panitia. Dukungan 80 petugas internal juga disiagakan untuk memastikan mobilisasi jemaah berjalan lancar sejak kedatangan hingga penempatan kamar.

Dari sisi transportasi udara, maskapai nasional Garuda Indonesia memastikan kesiapan hampir sempurna untuk melayani penerbangan haji dari Lombok. Armada yang digunakan adalah Boeing 777-300ER, pesawat berbadan lebar dengan kapasitas hingga 393 kursi, yang menjadi tulang punggung operasional penerbangan haji tahun ini.

Perwakilan manajemen Garuda Indonesia Branch Lombok, Khairul Fajar Harahap, menegaskan bahwa seluruh komponen pendukung telah dipersiapkan secara matang, mulai dari awak pesawat, layanan darat (ground handling), katering, hingga aspek teknis perawatan pesawat.

Di sisi pengamanan, Polda NTB menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh seluruh rangkaian keberangkatan hingga kepulangan jemaah. Pengawalan dilakukan sejak jemaah berangkat dari daerah asal menuju Asrama Haji hingga ke bandara.

Sementara itu, Balai Karantina Kesehatan Kelas I Mataram menyiagakan layanan kesehatan selama 24 jam. Setiap jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir sebelum diberangkatkan, termasuk observasi bagi yang mengalami gangguan ringan serta rujukan ke rumah sakit jika diperlukan.

Selain kesehatan individu, pengawasan juga mencakup sanitasi lingkungan, kualitas konsumsi, serta disinfeksi area asrama untuk memastikan standar kesehatan tetap terjaga.

Dengan kesiapan lintas sektor yang semakin solid, pemerintah optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sinergi antarinstansi menjadi kunci untuk menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan humanis.

Momentum ini sekaligus menjadi cerminan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari aspek kenyamanan dan keselamatan jemaah. (Sumber: seputarntb)

Jadwal Pemberangkatan Jemaah Haji Tahun 1447 H / 2026 M

Sahabat religi dan Semeton Asjilop.

Berikut jadwal pemberangkatan jemaah calon haji Embarkasi Lombok 1447H/2026M yang dapat menjadi panduan bagi seluruh pihak terkait. Mari kita doakan bersama semoga operasional haji tahun ini sukses dan lancar.

Pastikan Anda terus mengikuti pembaruan kanal media sosial resmi kami untuk mendapatkan update terbaru seputar proses keberangkatan dan layanan haji.

DIKLAT PPIH KLOTER EMBARKASI LOMBOK TAHUN 1447 H/2026 M

Lombok — Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) Embarkasi Lombok Tahun 1447 Hijriah resmi dibuka di Aula Namira Asrama Haji Lombok. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah, Dr. Harun Al Rasyid.
Dalam arahannya, Dr. Harun Arasyid menyampaikan pesan sesuai arahan Menteri Kementerian Haji dan Umrah agar seluruh petugas memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji. Ia menekankan pentingnya profesionalisme, koordinasi, serta kepedulian petugas dalam mendampingi jemaah selama proses penyelenggaraan ibadah haji.
Secara khusus, beliau mengingatkan petugas PPIH Embarkasi Lombok untuk meminimalisir kejadian jemaah tersesat, terutama jemaah asal Embarkasi Lombok. Menurutnya, pemahaman alur layanan dan pendampingan yang optimal menjadi kunci utama dalam mencegah permasalahan di lapangan.
Melalui Diklat PPIH ini, diharapkan seluruh petugas memiliki kesiapan dan kompetensi yang memadai sehingga mampu memberikan pelayanan yang aman, tertib, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.