Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Lombok tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah mencapai tahap final. Sebanyak 5.798 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dijadwalkan diberangkatkan ke Tanah Suci dalam 15 kelompok terbang (kloter), dengan skema pelayanan yang diklaim semakin terintegrasi, modern, dan ramah bagi seluruh jemaah.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhamad Amin, menegaskan bahwa seluruh aspek teknis dan administratif telah dituntaskan. Mulai dari pembagian kloter, finalisasi manifest, kelengkapan dokumen perjalanan hingga validasi data jemaah dengan kategori khusus seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, hingga jemaah berisiko tinggi.
“Seluruh indikator kesiapan telah terpenuhi. Manifest kloter sudah final, paspor lengkap, visa telah terbit, dan data jemaah telah tervalidasi secara menyeluruh,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Kloter pertama dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji Embarkasi Lombok pada 21 April 2026 pukul 06.00 Wita, sebelum diterbangkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Lombok pada 22 April 2026 dini hari pukul 02.50 Wita.
Salah satu terobosan yang menjadi sorotan tahun ini adalah penerapan sistem One Stop Service di Asrama Haji. Melalui sistem ini, seluruh proses administrasi dan pelayanan jemaah dilakukan dalam satu alur terpadu, sehingga memangkas waktu tunggu dan meminimalkan potensi kendala teknis.
Tidak hanya itu, perhatian terhadap kelompok rentan juga diperkuat. Asrama Haji NTB kini dilengkapi fasilitas ramah lansia dan disabilitas, mulai dari kamar di lantai dasar, jalur akses khusus di 19 titik, hingga penyediaan kursi roda dan kendaraan mobilitas internal.
Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Lalu Madhan, menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan total 171 kamar, termasuk kamar cadangan dan ruang khusus panitia. Dukungan 80 petugas internal juga disiagakan untuk memastikan mobilisasi jemaah berjalan lancar sejak kedatangan hingga penempatan kamar.
Dari sisi transportasi udara, maskapai nasional Garuda Indonesia memastikan kesiapan hampir sempurna untuk melayani penerbangan haji dari Lombok. Armada yang digunakan adalah Boeing 777-300ER, pesawat berbadan lebar dengan kapasitas hingga 393 kursi, yang menjadi tulang punggung operasional penerbangan haji tahun ini.
Perwakilan manajemen Garuda Indonesia Branch Lombok, Khairul Fajar Harahap, menegaskan bahwa seluruh komponen pendukung telah dipersiapkan secara matang, mulai dari awak pesawat, layanan darat (ground handling), katering, hingga aspek teknis perawatan pesawat.
Di sisi pengamanan, Polda NTB menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh seluruh rangkaian keberangkatan hingga kepulangan jemaah. Pengawalan dilakukan sejak jemaah berangkat dari daerah asal menuju Asrama Haji hingga ke bandara.
Sementara itu, Balai Karantina Kesehatan Kelas I Mataram menyiagakan layanan kesehatan selama 24 jam. Setiap jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan akhir sebelum diberangkatkan, termasuk observasi bagi yang mengalami gangguan ringan serta rujukan ke rumah sakit jika diperlukan.
Selain kesehatan individu, pengawasan juga mencakup sanitasi lingkungan, kualitas konsumsi, serta disinfeksi area asrama untuk memastikan standar kesehatan tetap terjaga.
Dengan kesiapan lintas sektor yang semakin solid, pemerintah optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sinergi antarinstansi menjadi kunci untuk menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan humanis.
Momentum ini sekaligus menjadi cerminan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari aspek kenyamanan dan keselamatan jemaah. (Sumber: seputarntb)
