Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan, menegaskan bahwa kehumasan merupakan frontliner, garda terdepan sekaligus etalase Kementerian Haji dan Umrah dalam menyampaikan informasi kepada publik. Humas menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, jemaah, dan masyarakat luas.
Dalam arahannya pada kegiatan Konsolidasi Kehumasan, Gus Irfan menekankan pentingnya memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kapasitas insan kehumasan dalam menghadapi dinamika komunikasi publik yang terus berkembang.
Penguatan kehumasan diarahkan pada empat fokus utama, yaitu membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang transparan dan akuntabel; memperkuat komunikasi digital dan multichannel; meningkatkan responsivitas dalam menghadapi krisis komunikasi dan disinformasi; serta membangun sinergi dan single voice antara pusat dan seluruh unit kerja.
Sementara itu, dalam laporan Ketua Panitia, Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Teguh Dewi Haryanto, menekankan pentingnya komunikasi yang solid antara pemerintah pusat dan seluruh instansi terkait, khususnya dalam penanganan serta pengelolaan isu dan informasi yang berkembang di masyarakat.
Penguatan kapasitas kehumasan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan pada 23 September 2026, tetapi harus menjadi bagian dari proses yang berkelanjutan untuk memastikan komunikasi publik berjalan secara efektif, terkoordinasi, dan responsif.
Konsolidasi kehumasan bukan sekadar agenda, melainkan langkah strategis dan berkelanjutan untuk menghadirkan komunikasi publik yang cepat, akurat, transparan, dan terpercaya.
#KementerianHajiDanUmrah #Kehumasan #KomunikasiPublik #HajiDanUmrah #SinergiKehumasan





