Lombok — Sebanyak 1.053 lulusan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Mataram mengikuti prosesi wisuda dan pengukuhan dalam Sidang Senat Terbuka Tahun Akademik 2026 yang diselenggarakan di Aula Bir Ali II Asrama Haji Lombok pada 7–8 Oktober 2026.
Pelaksanaan wisuda dibagi dalam dua hari dengan jumlah peserta yang berbeda. Pada hari pertama, 7 Oktober 2026, sebanyak 504 lulusan mengikuti prosesi yang berasal dari sejumlah program studi, yakni D3 Keperawatan Mataram, D3 Keperawatan Bima, D3 Teknologi Laboratorium Medis, Sarjana Terapan Keperawatan, Sarjana Terapan Keperawatan RPL, Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis RPL, serta Profesi Ners.
Sementara itu, pelaksanaan hari kedua pada 8 Oktober 2026 diikuti oleh 549 lulusan dari Program Studi D3 Kebidanan, D3 Gizi, Sarjana Terapan Kebidanan, Sarjana Terapan Kebidanan RPL, Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika RPL, serta Profesi Bidan.
Dengan demikian, keseluruhan rangkaian wisuda tahun akademik 2026 tersebut mengukuhkan 1.053 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan dan bidang keilmuan kesehatan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, H. Lalu Hamzi Fikri, menyampaikan pesan kepada para lulusan agar menjadikan momentum wisuda sebagai titik awal untuk mengabdikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan.
Menurutnya, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan yang mengedepankan profesionalisme, nilai kemanusiaan, integritas, dan empati.
Para lulusan juga diharapkan senantiasa meningkatkan kapasitas dan kompetensi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan pelayanan kesehatan. Kemampuan tersebut menjadi modal penting untuk memberikan pelayanan yang berkualitas sekaligus menjawab berbagai tantangan di bidang kesehatan.
Momentum wisuda ini diharapkan menjadi langkah awal bagi 1.053 lulusan Poltekkes Kemenkes Mataram untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan kesehatan. Kiprah mereka diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dalam lingkup daerah maupun pada tingkat nasional dan internasional.
Bagi Asrama Haji Lombok, pelaksanaan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pemanfaatan fasilitas Aula Bir Ali II sebagai ruang yang dapat mendukung berbagai kegiatan pendidikan, kelembagaan, dan kegiatan masyarakat berskala besar.


