Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 POLTEKKES KEMENKES MATARAM

PKKMB merupakan kegiatan untuk mempercepat adaptasi mahasiswa baru dengan lingkungan kampus, membentuk pribadi yang utuh, berkualitas berdaya saing.

Tujuan:

  1. Mengenal dan memahami lingkungan kampus
  2. Menumbuhkan nilai-nilai dasar kehidupan kampus
  3. Membangun motivasi, semangat belajar dan pengembangan diri
  4. Membentuk karakter, kejujuran, disiplin dan tanggung jawab
  5. Mengembangkan jiwa kepemimpinan, kerja sama dan kepedulian sosial
  6. Meningkatkan kesadaran bela negara

Kegiatan PKKMB 2026 Poltekkes Kemenkes Mataram dilaksanakan di Asrama Kelas I Lombok.

Pembinaan/Pemusatan Latihan (Training Center) Peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI Provinsi Nusa Tenggara Barat di Asrama Haji Kelas 1 Lombok

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB, terus memantapkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 dengan menggelar Training Center (TC) bagi kafilah terbaik NTB. Pemusatan latihan yang berlangsung di Asrama Haji Kelas I Lombok, Mataram, Minggu (5/7/2026), menjadi bagian dari upaya melahirkan kafilah yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga memiliki karakter Qur’ani.

Melalui Training Center secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair. Sebanyak 58 peserta terpilih mengikuti pembinaan intensif yang didampingi 16 pelatih lokal pada 8 cabang musabaqah dan 21 golongan. Pemusatan latihan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 5 hingga 15 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan secara luring dan daring hingga pelaksanaan MTQN XXXI di Semarang pada 11–20 September 2026.

Sekda menegaskan bahwa pembinaan kafilah MTQ merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

” Visi NTB Makmur Mendunia tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata. NTB akan benar-benar makmur apabila masyarakatnya kaya ilmu, dan akan mendunia apabila generasi mudanya memiliki karakter Qur’ani. Kita ingin melahirkan generasi yang mampu membaca dunia tanpa kehilangan petunjuk wahyu,” ujar Abul Chair.

Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat sistem pembinaan yang lebih terukur, disiplin, dan profesional. Tahun ini, evaluasi peserta dilakukan secara sistematis melalui platform digital sehingga perkembangan kemampuan peserta maupun efektivitas pembinaan dapat dipantau secara objektif.

” Evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi instrumen untuk terus memperbaiki kualitas pembinaan sehingga mampu menghasilkan prestasi yang lebih baik,” jelasnya.

Selama masa pemusatan latihan diterapkan disiplin yang lebih ketat, mulai dari pengaturan waktu, pembatasan kunjungan, hingga penggunaan telepon seluler. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun fokus, kedisiplinan, dan kesiapan mental peserta dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Abul Chair berharap seluruh peserta memanfaatkan masa pembinaan dengan sebaik-baiknya sebagai ikhtiar mempersiapkan diri menghadapi MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, setiap peserta bukan hanya membawa nama pribadi dan daerah, tetapi juga mengemban amanah sebagai duta Al-Qur’an yang diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

” Pemerintah Provinsi bersama LPTQ akan memberikan dukungan terbaik selama proses pembinaan. Namun keberhasilan pada akhirnya sangat ditentukan oleh kesungguhan dalam berlatih, kedisiplinan, keikhlasan, dan doa. Semoga seluruh ikhtiar ini menjadi jalan bagi NTB untuk meraih prestasi terbaik sekaligus melahirkan generasi Qur’ani yang membanggakan daerah,” tuturnya.

Dengan pembinaan yang terstruktur, disiplin, dan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi NTB optimistis kafilah NTB mampu tampil maksimal pada MTQ Nasional XXXI di Semarang. Lebih dari sekadar mengejar prestasi, pembinaan ini merupakan ikhtiar melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, pungkasnya.(pr)

Kegiatan Pembinaan Pendidikan Kebangsaan Siswa Program ADEM Repatriasi Tahun 2024

Beasiswa ADEM Repatriasi merupakan inisiatif penting dari Kemendikbudristek dengan memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tinggal di luar negeri, khususnya di Sabah, Sarawak, dan Johor Bahru, Malaysia. Program ini diberikan kepada pelajar lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan menengah di beberapa provinsi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Hotel Namira Asrama Haji Embarkasi Lombok

Wisuda Poltekkes Kemenkes Mataram 2023/2024

Wisuda Poltekkes Kemenkes Mataram dilakasanakan 2 hari yaitu tanggal 9 dan 10 Oktober 2024 di Aula BIR ALI II Asrama Haji Embarkasi Lombok.

Wisudawan hari 1, 9 oktober 2024

– D3 perawat mataram : 58 orang

– ⁠D3 perawat Bima : 48 orang

– ⁠D3 kebidanan : 81 orang

– ⁠D3 Gizi : 51 orang

– ⁠D3 TLM : 68 orang

– ⁠STr kebidanan : 63 orang

– ⁠STr Gizi : 64 orang

– ⁠total hari 1 : 433 orang

Wisudawan hari 2, 10 oktober 2024

– STr TLM : 132 orang

– ⁠STr perawat : 130 orang

– ⁠Profesi perawat : 67 orang

– ⁠profesi bidan : 121 orang

– ⁠total hari 1 : 450 orang

Maulid Nabi Muhammad SAW & Doa Bersama untuk KAPOLDA NTB

Perayaan maulid adalah bentuk kecintaan kita kepada insan yang paling mulia dan makhluk yang paling utama, Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Melalui perayaan maulid kita diingatkan untuk terus mencintai Baginda Nabi. Melalui perayaan maulid, kita tanamkan pada diri umat Islam kecintaan kepada Nabi mereka, Nabi agung Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi yang cintanya kepada umat melebihi cinta mereka kepadanya.

Peringatan maulid adalah salah satu sarana untuk menanamkan dan menebarkan cinta terhadap Rasulullah shallallau ‘alaihi wa sallam kepada lintas generasi, agar mereka terpaut hati dengannya. Bahkan peringatan maulid termasuk salah satu amal yang paling utama karena menuntun kita menuju cinta yang mulia ini. Yaitu cinta kepada insan pilihan yang telah datang menyelamatkan umat manusia dari kesesatan, kezaliman, kejahiliahan, kemusyrikan dan kekufuran.